About Daniello

My photo
As Design Consultant and freelance art director based in Jakarta I provided marketing strategies and branding consultation to small businesses as well as design services to agency clients on contract basis. Involved in all aspects of pitching for new businesses and implementing design processes, from budgeting, scheduling, art direction, concepting, site architecture, acquiring production assets, recruiting collaborative talents and managing technical execution in both print and web projects.

September 22, 2010

Positioning, Product Positioning & Strategy


Positioning.

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya, perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.

“Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”. (Kotler 1997)

Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya

Keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan pengembangan strategi positioning.
Oleh karena itu, strategi positioning merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan posisi pasar perusahaan di suatu pasar tertentu dibanding pesaing-pesaingnya. Dari definisi diatas terkandung pengertian bahwa positioning berorientasi pada pikiran atau persepsi konsumen. Jadi positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan.

Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran

Positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan (total situation analysis).
Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.
Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar ‘positioning’tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena pikiran manusia juga memiliki tempat bagi setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan.

Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir pertahanan melawan riuhnya komunlkasi, sebagai tempat menyaring, menerima atau menolak informasi yang ditawarkannya. Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk merubahnya, apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi. Konkritnya, satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’pesan di dalam pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya, tapi justru pikiran itu sendiri. Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain. Sehingga peranan positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang tepat, pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

Product Positioning

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning, definisi product positioning sebagai berikut:

“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.”
Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri.

Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.

Rumusan positioning melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. adapun uraiannya sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a little pond,).
4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

Product Positioning Strategy

Product positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler (1997:265)menjelaskan beberapa cara
product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada
konsumen yang dituju, antara lain:

1. Penentuan posisi menurut atribut
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.

2. Penentuan posisi menurut manfaat

Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.

3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan

Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat.

4. Penentuan posisi menurut pemakai

Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.

5. Penentuan posisi menurut pesaing

Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Animal Country Safari dapat beriklan memilki lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Animal Deer Park.

6.Penentuan posisi menurut kategori produk

Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk. Misalnya:
Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’.

7. Penentuan posisi harga atau kualitas

Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya Busch Gardens
dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.

Thank you

September 20, 2010

Apa itu Brand Advantage..??

Ada banyak strategi bagi perusahaan untuk meningkatkan ekuitas merek dan mencapai keberhasilan. Dalam BrandStrategy, menciptakan Brand Advantage merupakan langkah terakhir . Tiga strategi yang berikut ini merupakan cara untuk mempertahankan, berinovasi dan memelihara suatu merek sejati, yaitu: 
 
1. Private Brand
2. Future Brand
3. Aliansi Merek (Brand Alliance)


1. Private Brand
 
 
"Private label bukan merek. Pelanggan dapat loyal terhadap merek, tetapi tidak loyal terhadap label. Apa yang dilakukan pengecer adalah mengambil merek-merek dan mengubahnya menjadi label-label”     Filosofi private label 
 
Private label atau store brand, pada umumnya digunakan untuk menunjuk pada produk-produk yang disediakan oleh para penyalur untuk industri eceran yang menempelkan “nama” pengecer tersebut. Jenis lain dari private label mencakup label-label yang diciptakan dan dimiliki oleh para penyalur yang mengijinkan pengecer tertentu untuk menjual produk-produk tersebut di toko mereka. Dalam banyak kasus, private label dan private brand digunakan secara bergantian untuk menunjuk pada hal yang sama. Namun, keduanya merupakan dua hal yang sangat berbeda.
 
Pada masa lalu, untuk meningkatkan pendapatannya, banyak produsen merek nasional mengurangi usaha-usaha riset dan pengembangan, juga pengeluaran untuk promosi dan pemasaran. Hasilnya, beberapa dari merek tersebut kehilangan keunggulan competitive. Banyak pengecer menyadari bahwa produk-produk private label dapat bersaing secara berhasil dengan merek-merek nasional (merek yang dikenal luas dalam suatu kategori produk), dengan manfaat mendapatkan profit marjin yang lebih besar. Jika dilaksanakan dengan tepat, strategy private label juga dapat membangun loyalitas terhadap toko (store loyalty).
 
Alasan utama mengapa merek bisa kehilangan dukungan dari konsumen adalah karena nilai proposisi yang dirasakan semakin lama semakin hilang, atau merek tersebut gagal dalam melakukan BrandPromise-nya.
 
Suatu produk atau jasa, tidak peduli apakah merek nasional maupun private label, sangat lemah jika merek tersebut tidak memiliki promisepromise tersebut. Jika suatu private brand secara konsiten memberikan promise kepada pelanggan, maka private brand tersebut mampu mengungguli merek nasional. Tidak masalah posisi apa yang dicari oleh merek, yang menjadi masalah adalah bagaimana merek berbuat sesuai dengan promise-nya. 
 
Pengecer tertarik meningkatkan persentase dari produk-produk private label mereka karena untuk meningkatkan marjin laba kotor dan menciptakan loyalitas. Secara umum, produk private label dapat diperoleh pengecer dengan harga yang lebih rendah dibanding merek nasional dengan produk yang sama. Pengecer dapat memperoleh profit marjin yang lebih besar dari sebuah private label, bahkan jika dapat menjual dengan harga lebih rendah dari harga merek nasional. Marjin sekitar 35-40 % menjadikan store brand menarik bagi pengecer yang bila dibandingkan dengan merek nasional hanya mendapat marjin 27% saja. 
 
Pada awal perkembangan private label dan store brand, pada umumnya kurang ada penekanan dan diferensiasi lebih terfokus pada harga rendah. Namun, hal itu mulai berubah, sekarang lebih menekankan pada inovasi dan pengembangan produk-produk unik daripada produk-produk komoditi ”me too”.Kelemahan pengembangan store brand adalah jika organisasi memiliki suatu jenis merek, organisasi itu harus memiliki strategi yang disusun dengan baik untuk merek tersebut dan bersedia berinvestasi pada merek tersebut. Merek-merek dari semua jenis memerlukan penilaian, inovasi, dan pemeliharaan yang terus menerus jika merek-merek itu ingin berhasil. 
 
Metodologi Private Brand 
 
Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mengembangkan program-program private label:
1.Mendefinisikan setiap jenis merek dari perspektif konsumen (misalnya, manfaat-manfaat yang diinginkan dan dirasakan)
2.Menentukan masalah-masalah optimum dari jenis-jenis merek dan menentukan harga yang tepat untuk target pasar. 
3.Mengembangkan promise untuk setiap jenis merek.
4.Menggunakan visi dan misi tertulis bagi setiap merek yang dikuasai, dan mengukur kepuasan pelanggan dan ekuitas merek yang diinginkan. 
 
Para pengecer menciptakan merek-merek untuk penggunaan eksklusif mereka, yang memberikan kesempatan bagi pengecer untuk menciptakan citra merek independen sementara menawarkan kepada para konsumen manfaat-manfaat khusus dari produk dan jasa. Pengecer yang memahami pentingnya private brand akan mampu meningkatkan baik produk-produk private brand dan store brand-nya. Keahlian pengecer atau merek dapat menumbuhkan kepercayaan pada konsumen terhadap kategori produk tertentu, sehingga produk yang berkualitas dapat menunjukkan kemajuan merek dan meningkatkan nilai (value).
 
Tidak peduli apa jenis merek tersebut –  store brand, private label, atau private brand – yang utama adalah persepsi dalam pikiran target pasar. Membangun atau mengelola program private brand yang berhasil, merupakan pekerjaan yang kompleks yang memerlukan penerapan proses pemikiran merek, memahami bagaimana konsumen merasakan semua merek yang bersaing dalam suatu segmen, dan kemudian melaksanakan strategi secara berhasil. 
 
2.Menciptakan FutureBrand 
 
"Seni peramalan itu sangat sulit, khususnya yang menyangkut masa depan”  
 
Filosofi Future Brand 
 
Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat perubahan-perubahan penting dalam struktur industri di seluruh dunia. Perubahan menciptakan kebutuhan akan metamorfosis pedagang besar dari banyak reputasi perusahaan. Dalam lingkungan seperti itu, wajar bagi perusahaan untuk mengurangi biaya, downsizing, dan konsolidasi untuk menunjukkan bahwa mereka dapat bertahan hidup dalam dunia yang lebih kompetitif. Merek akan melakukan dua kegiatan penting sekaligus, yaitu mempertahankan pasar-pasar yang sudah ada dan mencoba tumbuh di wilayah yang tidak dikenal (wilayah baru).
 
Perubahan yang terjadi terkadang malah membuat perusahan jatuh dan kehilangan persepsi positif konsumen terhadap brand. Untuk itu diperlukan suatu strategi pertumbuhan dan suatu cara berkomunikasi bahwa perubahan sedang berlangsung. Perubahan identitas perusahaan merupakan alat yang kuat. Alat itu dapat digunakan untuk menunjukkan pemosisian baru dan aspirasional yang menandai reputasi Future Brand yang diinginkan, kemudian hal ini digabungkan dengan strategi pertumbuhan. Merek adalah persepsi dan realitas. Dalam menciptakan FutureBrand, reallitas dan promise mempunyai kepentingan yang sama.
 
Metodologi Future Brand 
 
Langkah 1: Positioning Hal ini diperlukan lebih dahulu agar mengetahui dimana dan mau kemana brand melangkah. Brand yang terbentuk di masa depan harus sesuai dengan kepribadian perusahaan dan ambisi-ambisi orang-orang yang berada di dalamnya. 
 
Langkah 2: Penciptaan MerekNama dan desain harus sesuai dengan atribut-atribut yang mendukung positioning di awal metode. 
 
Langkah 3: Manajemen MerekHal ini harus dilakukan secara terus menerus d seluruh aspek komunikasi bagi keberhasilan di masa depan. 
 
Langkah 4: Pengukuran MerekMengelola merek sebagai aset keuangan penting bagi penciptaan dan kemampuan untuk mendukung suatu FutureBrand. Ada dua aktivitas pengukuran yang terpisah. Pengukuran yang pertama adalah benchmarking pada awal nilai finansial merek. 
 
FutureBrand Company menggunakan suatu metode analisis aliran kas terdiskonto untuk mengukur nilai merek terhadap bisnis yang ada. Pengukuran yang kedua adalah menghitung aset nyata (tangible) lainnya dan goodwill yang tidak berhubungan dengan merek. Kemudian pengukuran pertama dikurangi dengan pengukuran kedua. Pengukuran ini memberikan pertanggung-jawaban penting untuk investasi dalam merek secara terus menerus. 
 
3. Aliansi merek 
 
"Saya kira kita sedang memasuki suatu era baru dari kolaborasi dalam bisnis di mana paradigmanya berubah, yaitu berpikir tentang ”kita” dan bukan tentang ”saya” 
 
Filosofi aliansi merek
 
Merek-merek yang berhasil telah menemukan keuntungan kemitraan merek untuk bersaing, bertahan hidup, dan maju pesat. Konsep dan semangat kolaborasi merupakan hal mendasar bagi pembentukan aliansi-aliansi strategis. Kolaborasi adalah bekerja dan bekerja sama dengan pihak lain, bahkan dengan para pesaing.Aliansi terjadi apabila dua atau lebih merek sepakat untuk menggabungkan kepentingan mereka, membentuk suatu hubungan yang saling menguntungkan yang menghasilkan keunggulan kompetitif bagi kedua merek. Aliansi merupakan suatu hubungan filosofis dengan dengan merek lain yang sesuai untuk mempertinggi, mengangkat, dan memaksimalkan ekuitas merek total organisasi. Aliansi sifatnya strategik, berorientasi jangka panjang dan terfokus pada penciptaan perubahan paradigma di pasar, tidak hanya strategi periklanan.   Aliansi menciptakan persepsi dalam benak konsumen tentang ekslusivitas atau status yang dikehendaki, suatu ”peningkatan” dari eksepakatan cobranding tradisional. 
 
Gaya hidup konsumen saat ini menuntut merek-merek untuk memberikan pemecahan yang akan menghemat waktu mereka, membuat pilihan lebih muda dan bebas konflik. Ini menyebabkan merek-merek tidak lagi memandang merek pesaing sebagai ”musuh”, sehingga situasi win-win solution biasa digunakan dalam kemitraan antara suatu perusahaan, distributor dan konsumen. Perusahaan yang berharap menciptakan merek sejati pada abad ini akan dituntut untuk menggunakan win-win solution yang melibatkan banyak pihak. Yang kalah adalah merek-merek yang tidak berpikir mengenai penciptaan strategi aliansi. Aliansi dapat dikatakan berhasil apabila aliansi yang terbentuk tersebut dapat meningkatkan ekuitas merek-merek yang bergabung didalamnya daripada ekuitas merek-merek itu masing-masing. 
 
Keuntungan-keuntungan aliansi antara lain: dapat menciptakan cara-cara baru untuk mendiferensiasikan merek, peningkatan kredibilitas yang cepat, mengurangi resiko inovasi produk dan jasa baru, dan mempertinggi distribusi. Mengkombinasikan sumber-sumber dan menanggung resiko bersama dapat menghasilkan manfaat yang melampaui kemampuan yang daat dicapai merek secara individual. Aliansi dapat menjadi alat bagi merek untuk memasuki kategori baru, meningkatkan identitas atau citra merek tersebut dan membangun kesadaran menyeluruh. 
 
Perusahaan-perusahaan yang membentuk kemitraan atau aliansi perlu memperhatikan kualitas kemitraan. Berhasil dalam aliansi berarti konsumen merasakan hasil akhir yang sepesial, disukai dan eksklusif. Aliansi strategis adalah kemitraan bisnis yang serius yang dibangun pada rasa saling percaya, ideologi, dan kesempatan bisnis. Hanya beberapa kemitraan bisnis yang sebenarnya dapat diklasifikasikan sebagai aliansi sejati. Untuk itu ada beberapa hal yang harus dievaluasi sebelum mengembangkan aliansi, antara lain:
  
1.Budaya dan ideologi bisnis dari suatu organisasi harus sama dan harmonis.
2.Seluruh manajemen perusahaan harus terlibat dalam konsep aliansi dan sepakat untuk bertemu secara teratur. 
3.Suatu aliansi harus tidak pernah dipandang sebagai sesuatu ”penyelesaian jangka pendek” terhadap sesuatu. 
4.Aliansi harus didekati sebagai sutu hubungan dalam arti yang paling murni seperti pernikahan. Aliansi yang paling berhasil terjadi jika fondasi internal dibangun untuk mengintegrasikan tujuan-tujuan aliansi ke dalam strategi dan visi jangka panjang dari setiap merek.
Membangun aliansi mengharuskan strategi disesuaikan dengan budaya, gaya, dan proses-proses kedua merek.
Demikian

September 15, 2010

Logo, Bisnis dan Feng Shui

Fenomena apa yang ada di balik sebuah logo sehingga menganalisa logo menjadi begitu penting? Banyak perusahaan yang percaya bahwa logo adalah wajah perusahaan di masa sekarang sekaligus sebagai cerminan wajah yang termaktub di masa depan. Logo adalah perasaan dan pikiran sebuah institusi atau perusahaan. Dan karenanya harus senantiasa menyiratkan motivasi dasar sebuah perusahaan, yakni keberuntungan. Logo dianggap menyiratkan keberuntungan bila unsur-unsurnya sesuai dengan Feng Shui (kan yu) atau Hong Shui.

CARA MENGANALISA LOGO 
Dalam sebuah logo, ada beberapa hal yang perlu dianalisa atau diperhitungkan secara Feng Shui. Yakni:

Bentuk Logo Secara umum, ada lima bentuk yang sering digunakan dalam sebuah logo atau merk dagang. Yakni, bentuk segi empat, segi tiga, lingkaran, bentuk memanjang, dan bentuk zig-zag.
 
Dalam Feng Shui, penggabungan dua atau lebih bentuk-bentuk tersebut haruslah dengan perhitungan yang matang. Penggabungan atau kombinasi yang salah hanya akan membawa hasil yang merugikan. Misalnya, bila bentuk lingkaran dipadukan dengan bentuk segi tiga. Kombinasi ini dianggap merugikan karena bentuk lingkaran mewakili unsur emas sementara bentuk segi tiga mewakili unsur api.
Hasil yang menguntungkan akan diperoleh bila lingkaran tersebut dipadukan dengan bentuk segi empat. Unsur emas (lingkaran) dan tanah (segi empat) merupakan salah satu kombinasi bentuk yang menguntungkan.

Warna Logo 
Warna merupakan elemen penting dalam sebuh logo atau merk dagang. Selain menambah keseimbangan, warna juga bisa mewakili suatu makna yang ingin diungkapjelaskan. Juga sangat bermanfaat ditinjau dari aspek artistik.
Dalam Feng Shui, ada warna-warna tertentu yang tidak cocok ditinjau dari tipe bisnis. Misalnya, warna hijau unsur kayu) tidak cocok untuk lembaga-lembaga keuangan, bank, saham, dan pialang sekuritas. Warna yang cocok adalah warna kuning atau kekuningan (unsur tanah).
Warna terkadang juga digunakan untuk menyiratkan falsafah atau cita-cita pemilik logo atau merek dagang. Misalnya, warna merah menyiratkan falsafah kegembiraan dan keberuntungan. Warna biru menyiratkan sprritualisme dan berkah.
Dari segi perpaduan, ada warna-warna tertentu yang tidak bisa dipadukan karena dianggap merugikan. Misalnya, warna merah (unsur api) dan hitam (unsur air). Atau putih ( unsur emas) dan hijau (unsur kayu).Selain itu, perpaduan warna haruslah senantiasa seimbang dalam kandungan yin(warna-warna lembut) dan yang(warna-warna hangat).

Huruf  
Huruf seringkali merupakan bagian dari logo atau merek dagang. Dalam Feng Shui, penggunaan huruf sangatlah ditentukan oleh dua pertimbangan. Yakni, pertimbangan keseimbangan dan pertimbangan kecocokan.
Dalam pertimbangan keseimbangan, setiap huruf digolongkan dalam kategori yin dan yang. Untuk mencapai keseimbangan yang menguntungkan, kombinasi huruf ( inisial atau huruf penuh) haruslah mengandung unsur yin dan yang dalam porsi yang sama.Misalnya, huruf 'A' akan seimbang bila dipasangkan dengan huruf 'C'. Huruf 'A' tergolong yin dan huruf 'C' tergolong yang. Huruf 't' cocok bila dipasangkan dengan huruf 'K', 'L', 'O', atau 'S' karena huruf 't' tergolong yin dan huruf 'K', 'L', 'O' serta 'S' tergolong yang.
 
Dari segi perpaduan unsur, setiap huruf digolongkan dalam lima unsur. Yakni, unsur emas, kayu, air, api, dan tanah. Karenanya, kombinasi huruf haruslah sesuai dengan kelima unsur tersebut. Misalnya, huruf 'b', 'f', 'h', 'm', 'p' (unsur air )cocok bila dipadukan dengan huruf 'c', 'q', 'r', 's', 'x', 'z' (unsur emas) dan 'a', 'w', 'y', 'o', 'I', 'u', 'v' (unsur tanah). Dari tipe bisnis, penggunaan huruf juga harus sesuai dengan tipe bisnis tertentu. Misalnya, bisnis yang berhubungan dengan makanan/minuman cocok bila menggunakan huruf 'D', 'J', 'L', 'N', 'T', atau 'Z' sebagai huruf penuh atau bagian dari inisial inisial nama.

Angka Logo Sama halnya dengan huruf, angka yang biasanya merupakan bagian dari suatu logo atau merk dagang tidak terlepas dari prinsip-prinsip Feng Shui.
Ada angka-angka tertentu yang sebaiknya tidak digunakan oleh tipe bisnis tertentu bila ingin hasil yang menguntungkan. Misalnya, angka '9', '6', '7', dan '5' sebaiknya tidak digunakan oleh usaha yang berhubungan dengan agrobisnis, studio seni, dan studio desain. Angka yang cocok adalah angka '8'. Angka-angka juga dikategorikan dalam lima unsur. Yakni, unsur api, tanah, emas, kayu, dan air. Penggabungan dua angka atau lebih harus memperhitungkan unsur-unsur tersebut. Angka '5' dan '6', misalnya, tidak bisa dikombinasikan karena angka '5' adalah unsur tanah, dan '6' adalah unsur air. Begitu pun dengan angka '7' (unsur api) dan '9' (unsur emas).

Ukuran Logo Perbandingan ukuran penempatan logo dalam media (kartu nama, kop surat, dan sebagainya) juga tidak terlepas dari prinsip-prinsip Feng Shui. Dalam Feng Shui, perbandingan ukuran yang menguntungkan haruslah mengandung unsur yin dan yang. Ukuran 86 X 69 cm, misalnya, dianggap tepat karena '86' mewakili unsur yin dan '69' mewakili unsur 'yang. Ukuran 86 X 62 cm bukanlah ukuran yang menguntungkan karena baik '86' maupun '62' sama-sama mewakili unsur yin.

Simbol Logo Simbol (tanaman, hewan, fenomena alam, bentuk geometri, dan lain-lain) juga sering dijadikan bagian dari sebuah logo.
Dalam Feng Shui, setiap simbol mewakili makna tertentu. Misalnya, simbol riak air mewakili makna kekayaan. Simbol burung elang mewakili makna kekuatan. Pemakaian simbol haruslah memperhitungkan falsafah dan visi perusahaan. Kesalahan pemakaian simbol hanya akan membawa hasil yang merugikan.


Syarat Logo/Merk Dagang yang Baik dan Menguntungkan :
  • Sesuai dengan prinsip-prinsip Feng Shui dalam hal bentuk, warna, kombinasi huruf, angka, simbol, dan ukuran.
  • Mewakili citra serta mencerminkan aktivitas dan fungsi yang dilogokan. Logo harus mencerminkan citra positif dengan cara memaksimalkan pesan-pesan yang menguntungkan dalam bentuk lambang dan gambar.
  • Sederhana : Dengan elemen yang seminimal mungkin. Karena, mata manusia memiliki kemampuan yang menyerap hanya dalam jumlah terbatas elemen-elemen yang tidak saling berhubungan. Jika dihadapkan pada terlalu banyak elemen, mata manusia akan sulit mengerti dan menolak imajinasi yang diciptakan.
  • Orisinal : Sebuah logo haruslah asli dan orisinal, tidak sama atau terlihat sama dengan logo lain yang sudah pernah ada. Karena itu, sebuah logo haruslah didesain dengan hati-hati dengan meneliti referensi logo lain yang sudah ada.
  • Artistik : Seorang desainer logo harus memberikan ekspresi penuh pada desain yang diciptakannya agar dapat memproduksi logo yang efektif dan enak dipandang. 
  • Kompositif : Ukuran, bentuk, warna, dan mudahnya logo dibaca harus dipertimbangkan dengan hati-hati untuk menambahkan nilai keindahan.